BLOGGER TEMPLATES AND TWITTER BACKGROUNDS

Senin, 26 Desember 2011

Kerajaan Mughal

BAB II
PEMBAHASAN
A. Pendirian Dinasti Mughal
       Setelah kerajaan Mughal berdiri, raja-raja Hindu  di seluruh India menyusun angkatan perang yang besar untuk menyerang Babur, Namun, pasukan Hindu ini dapat dikalahkan Babur.Sementara itu, di afghanistan masih ada golongan yang setia  kepada keluarga Lodi. Mereka mengangkat adik kandung Ibrahim Lodi, Mahmud, menjadi SultanTetapi, Sultan Mahmud Lodi dengan mudah dikalahkan Babur dalam pertempuran dekat Gogra tahun 1529 M. Pada tahun 1530 M, Babur meninggal dunia dalam usia 48 tahun setelah kejayaan-kejayaan yang cemerlang. Pemerintahan selanjutnya dipegang oleh anaknya Humayun
Humayun, putra sulung Babur, dalam melaksanakan pemerintahan banyak menghadapi tantangan. Sepanjang masa kekuasannya selama sembilan tahun (1530-1539 M) negara tidak pernah aman.
Pada tahun 1540 M terjadi pertempuran dengan Sher Khand di Kanuj. Dalam peretempuran ini Humayun mengalami kekalahan. Ia terpaksa melarikan diri ke Kandahar dan selanjutnya ke Persia.
Humayun dapat mengalah Sher Khan setelah hampir 15 tahun berkelana meninggalkan Delhi. Ia kembali ke india dan menduduki tahta kerajaan Mughal pada tahun 1555 M. Setahun setelah itu (1556 M), ia meninggal ndunia karena terjatuh dari tangga perpustakaannya, Din Panah
Humayun digantikan oleh anaknya, Akbar, yang berusia 14 tahun. Karena ia masih muda maka urusan kerajaan diserahkan kepada Bairam Khan, seorang Syi’i. Pada masa akbar inilah kerajaan Mghal mencapai keemasannya.
Pembentrokan yang mengancam kekuasaan akabar adalah pemberontakan yang dipimpin oleh oleh Himu yang menguasai Gwailor dan Agra. Bairam Khan menyambut kedatangan yang disebut Panipat II pada tahun 1556 M.
Setelah Akbar dewasa ia berusaha menyingkirkan Bairam Khan yang sudah mempunyai pengaruh sangat kuat dan terlampau memaksakan kepentingan aliran Syi’ah.
Ia berhasil menguasai Chundar, Ghond, Chitor, Ranthabar, Kkalinjar, Gujarat, Surat, Bihar, Bengal, Kashmir, Orissa, Deccan, Gawilgarh, Narhala, Ahmadnagar, dan Asirgh,
B. konflik Internal dan Perkembangan Ilmu Pengetahuan
   Dalam pemerintah militeristik tersebut,sultan adalah penguasa diktator, pemerintahan daerah dipegang oleh seorang sipah salar (kepala komandan), sedang subdistrik di pegang oleh faujdar (komandan). Jabatan-jabatan sipil juga diberi jenjang kepangkatan yang bercorak kemiliteran.
Kemajuan yang dicapai Akbar masih dapat dipertahankan oleh tiga sultan berikutnya, yaitu Jehangir (1605-1628 M), Syah Jehan (1628-1658 M), dan Aurangzeb (1658-1707 M). Tiga sultan penerus Akbar ini memang terhitung raja-raja yang besar dan kuat. Setelah itu, kemajuan kerajaan Mughal tidak dapat dipertahankan oleh raja-raja berikutnya.
Dalam bidang ekonomi, kerajaan Mughal dapat mengembangkan program pertanian, pertambangan, dan perdagangan. Akan tetapi, sumber keuangan negara lebih banyak bertumpu pada sektor pertanian.
Melalui para mukaddam itulah berhubungan dengan petani. Kerajaan berhak atas sepertiga dari hasil pertaniandi negeri itu. Hasil pertanian kerajaan Mughal yang terpenting ketika itu adalah biji-bijian, padi, kacang, tebu, sayur-sayuran, rempah-rempah, tembakau, kapas, nila, dan bahan-bahan celupan.
Hasil pertanain itu diekspor ke Eropa, Afrika, Arabia, dan Asia Tenggara bersamaan dengan kerajinan, seperti pakaian tenun dan kain tipis bahan gordiyn yang banyak diproduksi di Gujarat  dan Bengal. Untuk meningkatkan produksi, Jehangir mengizinkan Inggris (1611 M) dan Belanda (1617 M) mendirikan pabrik pengolahan hasil pertanian di Surat.

Karya seni yang menonjol aadalah karya sastra gubahan penyair istana, baik yang berbahasa Persia maupun berbahasa India. Penyair India yang terkenal adalah Malik Muhammad Jayazi, seorang sastrawan sufi yang yang menghasilkan karya besar yang berjudul Padamavat, sebuah karya alegoris yang mengndung pesan kebajikan jiwa manusia.
Mughal adalah karya-karya arsitektur yang indah dan mengagumkan. Pada masa Akbar dibangun istana Farpur Sikri di Sikri, vila, dan mesjid-mesjid yang indah. Pada masa Syah Jehan, dibangun mesjid berelapiskan mutiara dan Taj Mahal di Agra, Mesjid Raya Delhi dan istana indah di Lahore.
















DAFTAR PUSTAKA
Dr. Badri Yatim, M.A. SEJARAH PERADABAN ISLAM Dirasih Islamiyah II Divisi Buku Perguruan Tinggi PT Raja Grafindo Persada; Jakarta
DR. H. Jahih Mubarok, M.Ag. Sejarah Peradaban Islam: PUSATAKA BANI QURAISY

0 komentar: